Tampilkan postingan dengan label it. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label it. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Desember 2020

Cara cepat membuat googleform dari word atau googledoc


Cara cepat membuat googleform dari word atau googledoc

Sebelum rekan-rekan membaca postingan ini sampai akhir kemudian merasa kecewa, maka saya sampaikan dulu bahwa add on ini terbatas penggunaannya.

Add on yang dimaksud di sini adalah form builder. Apa itu add on? Add on adalah script khusus yang bisa ditambahkan ke google form. Script yang ada di dalam add on dikembangkan oleh prosuden software tertentu atau bahkan perorangan. Sebenarnya kita juga bisa membuat sript sendiri dan ditambahkan ke dalam google form. Tentu jika kita memahami bahasa pemrograman.

Add on untuk membuat formulir dari file word bernama form builder. Ada beberapa lagi add on sejenis semisal form maker. Beda form maker dan form builder adalah dari jenis file yang diimpor untuk dijadikan formulir. Form maker memakai Excel sebagai bank soal.

Form builder membatasi pengguna versi gratis 50 nomor soal saja yang bisa diimpor. Batasan 50 nomor soal ini akan ter-reset setelah satu bulan. Jadi jika rekan-rekan ingin memakainya tanpa batasan dipersilahkan untuk memakai versi berbayarnya.

Baca Juga : Tips belajar otodidak

                     Download soal OSN Matematika SD 

Langkah pemanfaatan form builder :

Sebelum ke langkah instal dan pengoperasian form builder terlebih dahulu upload file yang ingin dijadikan formulir ke googledrive kita. File tersebut selanjutnya diubah (save as) menjadi file googledoc. Jika file sudah diubah menjadi googledoc silahkan dilanjutkan untuk proses pemasangan dan pengoperasian form builder.

1. Instal form builder.

Cara instal form builder dengan mengklik titik tiga kanan atas dan pilih menu add on.


Selanjutnya, ketik form builder pada kolom pencarian. pada gambar di atas form builder tampak pada bagian paling kiri.

Tekan instal untuk memulai proses pemasangan form builder pada googleform. Jika penginstalan telah berhasil akan tampak icon add on seperti gambar di bawah ini.



2. Aktifkan form builder.

untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan form builder tekan icon add on dan pilih form builder.

3. Pilih file yang akan diubah ke google form.




tekan tombol start yang berada di atas help. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti di bawah ini

pilih googledoc. Anda tinggal memilih file mana yang akan diimport untuk dijadikan formulir.


4. Pilih item untuk diimport.

Ketika isi googledoc sudah berhasil diimport maka akan ada tampilan seperti gambar di atas. Butir soal yang ingin diimport dicentang bangian depannya. Soal yang tidak ingin diimport hilangkan tanda centang di bagian depannya.

5. Finishing dengan mengedit secara manual.

Pengeditan secara manual diperlukan untuk menentukan skor tiap soal dan pembagian form ke dalam bagian-bagian jika diperlukan. Selain itu edit manual diperlukan untuk kembali memeriksa ejaan dan tata bahasa. Pastikan semua sudah dalam keadaan yang optimal.


Tips pemanfaatan form builder :

1. Kalimat baru yang tidak bernomor atau ber-bullet akan dikenali sebagai soal.

2. Kalimat baru yang memakai bullet dan numbering akan dikenali sebagai pilihan jawaban

3. Gambar secara otomatis akan terpisah dari kalimat soal.

4. Kunci jawaban bisa ditentukan dengan menebalkan pilihan jawaban pada file words.


Demikian tata cara dan tips pembuatan googleform dari file docx doc dan googledoc. Semoga bermanfaat.

Rabu, 22 April 2020

Tips Belajar Aplikasi Apapun Secara Otodidak

Belajar Aplikasi Secara Otodidak Sulit?



Belajar apapun pada awalnya tentulah mengalami kendala. Kendala tidak menjadikan hal menjadi sulit, apalagi di jaman sekarang. Masalah apapun tinggal kita ketik, muncullah solusinya. bahkan ada idiom "Cari tahu dengan jarimu".

Untuk mempermudah anda belajar aplikasi, saya akan memberikan beberapa tips. Ini sudah saya lakukan sejak lama dan menurut saya cara ini sangat efektif. Baiklah tanpa ba bi bu lagi, berikut akan saya kupas satu-satu, langkah yang kita lakukan untuk belajar aplikasi secara otodidak.


Ubah Mindset



Banyak orang yang terkendala dengan mindset bahwa aplikasi itu sulit. "wah saya belum pernah pakai, saya tidak bisa". mungkin ini yang sering kita ucapkan. Tapi saya disini ingin meyakinkan anda bahwa aplikasi apapun itu mudah. Tidak ada hubungan antara tidak pernah memakai dengan tidak bisa. Adaptasi tetap dibutuhkan, tapi tidak berarti tidak bisa atau sulit. Loh kok bisa?

Begini, saya ingin bertanya pada anda. "Tujuan dari aplikasi itu dibuat untuk apa?" Tentu anda akan menjawab "Ya untuk dipakai lah". Tepat! Aplikasi dibuat oleh produsennya tentu dengan tujuan agar dipakai. Bukan hanya itu, mereka ingin agar banyak orang yang memakai aplikasi buatan mereka. Semakin banyak yang memakai, semakin mereka diuntungkan. Mengalirlah uang ke kantong mereka. Jadi, mereka pasti ingin membuat aplikasi yang mudah untuk bisa digunakan, user friendly istilah kerennya.

Mulai sekarang anda harus yakin, bahwa aplikasi itu mudah. Karena si pembuat aplikasi menginginkan kemudahan bagi penggunanya. 


Baca Juga : Mengembangkan Sikap Belajar Otodidak untuk Akselerasi Pembelajaran

Tips Belajar Aplikasi Secara Otodidak



Jika anda sudah memiliki keyakinan bahwa aplikasi itu mudah. Sekarang kita coba rinci langkah demi langkah agar usaha kita mempelajari suatu aplikasi menjadi semakin mudah dan cepat.



1. Pelajari Istilah dan Konsep



Aplikasi mempunyai kekhususan dalam tugasnya. Tugas ini sebenarnya terikat dalam satu tema/bidang. Misal dalam mengolah kata, kita memiliki banyak pilihan, ada Microsoft Word, StarOffice Writer, OpenOffice Writer dan masih banyak lagi. Tapi tema tugas aplikasi yang saya sebutkan tadi adalah sama, mengolah kata.

Aplikasi yang satu bidang ini tentu memiliki kesamaan dalam istilah, tool, dan tombol-tombolnya. Langkah pertama agar mudah menggunakan aplikasi pengolah kata apapun jenisnya, adalah dengan memahami istilah atau konsep yang ada dalam pengolahan kata. Apa itu format? Apa itu Bold? Apa itu Numbering?

Ketika kita sudah paham tentu kita tinggal mencari dimana letak format, bolt atau numbering itu dalam aplikasi. Meskipun beda dalam teta letaknya, tapi dalam aplikasi itu sama-sama memiliki fungsi tersebut.

Ambil contoh lain, kita ingin belajar apllikasi untuk edit video. Maka kita harus pahami dulu istilah-istilah dalam editing video. Kita pahami dulu apa itu brightnes, contrass, fade in, fade out, fps, layering dan istilah lainnya. Ketika kita sudah paham, baru kita cari letak tombol atau perintahnya dalam aplikasi.


Baca Juga :
Instalasi dan Penggunaan Zoom Cloud untuk Pembelajaran Daring
7 Langkah Mudah Membuat MInd Map

2. Pahami Simbol.



Coba anda lihat anak kecil ketika bermain HP. Belum bisa baca tapi lancar kan? mengapa bisa begitu? Karena mereka paham akan simbol (gambar) yang ada pada HP. Ketika kita sudah familier dengan simbol-simbol (GUI) dan fungsinya, tentu aplikasi yang se tema pasti kita bisa mengoperasikan semuanya. 

Perlu saya sampaikan lagi bahwa produsen aplikasi menginginkan kemudahan bagi pengguna. Usaha yang dilakukan adalah menggunakan istilah dan simbol yang sama dengan aplikasi yang sudah ada. Mereka tidak akan menjadi kreatif dengan mengubah istilah dan simbol yang umum dipakai, yang sudah diketahui banyak orang dengan simbol mereka sendiri. Kreatif seperti ini adalah mustahil bagi pengembang aplikasi.


3. Pelajari Bahasa Inggris



Bahasa inggris yang saya maksud disini tentu tidak bahasa inggris secara umum. Tapi bahasa inggris yang memang sering dipakai dalam hubungannya dengan komputer, laptop, HP dan aplikasi. Mengapa kemampuan berbahasa inggris penting, karena dari beberapa aplikasi ada yang tidak memiliki layanan dalam bahasa indonesia. dengan memiliki kemampuan berbahasa inggris meskipun terbatas, tentu akan memudahkan.

Aplikasi biasanya menyediakan tutorial di awal, ketika kita pertama kali menggunakan. Masih ada juga fasilitas help. Bahkan beberapa aplikasi meminta konfirmasi dari pengguna ketika akan menggunakan suatu fungsi tertentu yang dianggap membawa perubahan besar pada proyek atau pekerjaan yang sedang dilakukan. Ketika ada error pun, akan tersedia pesan error yang berisi penjelasan kesalahan atau masalah apa yang sedang terjadi.

4. Beranilah Bereksplorasi dan Bereksperimen

Saya masih ingat ketika menggunakan aplikasi Quizizz pertama kali, hampir satu jam untuk membuat satu set soal 20 butir. Tapi sekarang dalam satu jam, bisa membuat 20 set soal dengan jumlah soal 30 butir per setnya. Karena terbiasa? mengetiknya jadi lebih cepat?
Bukan, tapi karena dalam aplikasi quizziz kita bisa mengambil soal yang dibuat oleh pengguna lain, untuk kita pakai pada set soal yang kita buat. Ini yang saya maksudkan dengan bereksplorasi. Bereksplorasi dengan menu dan perintah-perintah dalam aplikasi, bisa membuat ditemukannya shortcut atau cara pintas untuk melakukan pekerjaan kita. Tapi saya tidak menyarankan cara saya di quizziz untuk anda. hehe..Seandainya saya melakukan seperti biasa, buat soal sendiri bener-bener. Lumayan lah...capeknya.

Ekplorasi bisa anda lakkukan dengan membuat dokumen tidak penting. Dokumen yang memang ditujukan untuk bereksplorasi sehingga ketika ada pemformatan atau perintah edit yang salah tidak menjadi beban bagi kita. Silahkan dicoba semua tombol perintah yang ada dalam aplikasi dan perhatikan perubahan yang terjadi pada dokumen. Ketika mau melakukan hal ini, saya yakin dalam waktu sebentar kita sudah pro dalam aplikasi tersebut. Ketika pro dalam satu aplikasi maka aplikasi yang se Tema denga aplikasi tersebut kita juga pasti akan bisa mengoperasikannya.

Demikian tips belajar aplikasi secara otodidak yang bisa saya tuliskan disini. Anda punya tips lain, silahkan post di kolom komentar untuk saya tambahkan dalam tulisan ini. Semoga bermanfaat.

Minggu, 29 Maret 2020

Instalasi dan Penggunaan Zoom Cloud untuk Pembelajaran Daring

Ditetapkannya darurat corona oleh pemerintah membuat banyak perubahan terjadi. Termasuk dalam dunia pendidikan. Henghimbau agar masyarakat lebih memperbanyak aktivitas dari rumah, termasuk kerja online jika memungkinkan. Tidak terkecuali para guru dan dosen. 

Nadim Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, meminta pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah masing-masing. Interaksi guru dan murid tetap harus dilaksanakan dengan optimal. Guru harus melakukan proses pembimbingan siswa. Kegiatan pembelajaran tidak boleh hanya berupa penugasan-penugasan saja. 

Itulah mengapa Anda harus tahu tentang aplikasi Zoom Meeting yang bisa digunakan untuk melakukan conference atau pembalajaran langsung dari mana saja.

Tentang Aplikasi Zoom Cloud Meetings

Aplikasi ini bisa digunakan di Android maupun di PC, tujuannya untuk memudahkan aktivitas pembelajaran secara online.

Aplikasi ini dikembangkan untuk digunakan sebagai media meeting online dimanapun berada dengan fitur-fitur yang telah disesuaikan. Melalui aplikasi ini, bisa terhubung hingga 100 orang dengan kualitas screen sharing yang tinggi. Menariknya, aplikasi ini gratis untuk digunakan.

Beberapa fitur aplikasi Zoom Cloud Meeting diantaranya:
  • Kualitas video meeting di Android yang tinggi
  • Kualitas layar berbagai yang bagus
  • Dapat melakukan berbagi layar secara langsung melalui perangkat Androi
  • Dapat berbagi situs web, foto hingga Google Drive/ Dropbox/ dll
  • Mengirim teks ke grup, gambar dan audio dari smartphone maupun PC
  • Menampilkan status kontak availability atau tidak
  • Mudah mengirim undangan melalui telepon, email atau company contacs
  • Bergabung sebagai peserta interaktif atau peserta webinar yang hanya melihat
  • Bekerja melalui jaringan WiFi, 4G / LTE dan 3G
  • Mode mengemudi aman saat di jalan
  • Sambungkan dengan siapa saja di Android, perangkat seluler lain, Windows, Mac, iOS, ZoomPresence, sistem ruang H.323 / SIP, dan telepon

Baca Juga : 7 Langkah Mudah Membuat Mind Map

Cara Menggunakan Zoom Cloud Meetings

Aplikasi zoom meeting bisa didapatkan dari google play store. Lakukan pencarian di playstore, dan lakukan penginstalan. Jika Anda sudah selesai memasang aplikasi Zoom Meetings, sekarang bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk penggunaannya:

Pengguna Smartphone / Android


   
                   Gbr. 1Tampilan memulai meeting    Gbr.2 Tampilan setelah sukses sign up 
  1. Setelah aplikasi sudah berhasil di install, buka aplikasi Zoom Cloud Meetings, kemudian lakukan signup dengan memilih ‘sign up with google account’. Pilih akun gmail anda yang ingin digunakan sebagai user Zoom Cloud.
  2. Setelah selesai, buka kembali aplikasi Zoom Cloud Meetings,
  3. Setelah masuk, silahkan pilih menu yang sesuai dengan keinginan, misalnya video conference. Dalam fitur ini, nanti masing-masing pengguna yang akan mengikuti mendapatkan invitation, setelah invitation tersebut di klik, maka otomatis akan bergabung dengan video conference tersebut.
  4. Jika data kontak belum tersedia, maka anda tinggal membagikan password. Pengguna yang hendak join ke ruang conference, memilih opsi join dan memasukkan password yang sudah diberikan.
  5. Jangan lupa untuk mengaktifkan video dan audio ketika conference.
Personal Computer / Note Book




Gbr3. Tampilan setelah berhasil sing up


  1. Masuk ke situs https://zoom.us/. Klik Sign Up Free. Anda bisa sign up menggunakan akun gmail atau Faceebook.
  2. Fitur pengaturan bisa melalui menu My Meetings
  3. Gunakan link ID Anda untuk mengundang orang lain bergabung di Meeting Rooms.
  4. Minta teman yang Anda undang tersebut untuk masuk ke link melalui web browser Chrome. Sekarang Anda sudah bisa menggunakannya untuk meeting virtual melalui.
  5. Untuk mempercepat proses join meeting server akan meminta anda untuk mendownload add on. 
  6. pada pop up yang muncul anda tinggal klik save file
  7. pada bagian download di browser. temukan dan buka file hasil download tadi untuk menginstal add on
  8. setelah addon terinstal anda akan segera terhubung ke meeting room
Demikian cara instal dan pemakaian Zoom Cloud. Semoga bermanfaat dan tetap di rumah sampai corona terhenti penyebarannya atau vaksinnya ditemukan. Tetap sehat dan produktif.